Seiring waktu yang berjalan,
banyak drama yang telah terlewati.
Merekapun terkelabui akan fantasi
yang ber-arah kejenuhan,dan juga
menambah dahaga berkepanjangan.
Apakah yang kau cari ?
Lalu,dimanakah letak bahagia ?
Kata manis bak madu,
banyak sudah dituangkan pujangga,
anggur birahi tersaji di tiap sudut,
Melodi cinta bergema di seantero jagat.
apakah ku ikut hanyut ?
Tidak..........
Biarlah basa- basi itu menjadi basi
Tetap cinta Ilahian yang kukejar.
Assalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.
Semoga ini menjadi suatu wadah yang berguna buat kita semua.
Ku datang menghadap-Mu
Selasa, 15 Juli 2008
Jumat, 27 Juni 2008
Banyak hal yang telah kita rasakan dalam hidup,bahkan tak sedikit yang berkeluh kesah merasakan sakit dan derita perjalanan hidup.Toh,semua itu adalah bentangan waktu.Dan statisnya kehidipan terkadang membuat rasa jenuh dikala beranjak keperaduan,dan itupun tergantung kita merenungkannya.Himpitan dari segala penjurupun semakin banyak berdatangan,itupun meminta kita tuk melapangkan dada sambil berucap:"Sabar kau badan".Lalu,harus kemana kita memohon bantuan?Lalu,apa pula yang harus kita lakukan?Apalah salahnya kalau kita berhenti sejenak dari kegiatan kita,mari mencoba meletakkan pantat kita disalah satu tempat yang tenang sambil menarik nafas yang panjang.Yuk,kita tatap bentangan langit yang luas tak bertepi!Yuk kita lihat samudera biru yang panjang bak permadani!Yuk,kita rasakan semilir angin yang menghantarkan kesejukan ke pori-pori kita!Yuk kita rasakan kuasa cipta Ilahi yang Dia berikan pada kita!Ternyata masih ada celah yang dapat kita perbuat,karena Tuhan tidak membuat itu semua untuk sia-sia.Tinggal dari mana kita merangkai karunia-Nya.Puji syukur jua yang dapat kita lakukan atas pemberian-Nya.Hanya satu yang dapat kusampaikan padamu kawan:"Ya Allah,rizkiMu yang dari langit turunkanlah!"" Ya Allah,rizkiMu yang dari dalam tanah keluarkanlah!""Ya Allah,rizkiMu yang dari dalam laut keluarkanlah!""Yang jauh dekatkanlah dan yang dekat sampaikanlah pada kami dan semoga menjadi berguna pada kami dan keluarga serta bangsa dan dunia ini pada umumnya,karena Engkau Tuhan sekalian alam dan NabiMu rahmatan lil 'alamin"."Yuk.kita Shalat Dhuha!".
Kamis, 19 Juni 2008
Pertanyaanku


Kadangkala aku heran,
semua orang mengaku dirinya yang terbaik.
Lalu semua yang kulakukan adalah sia-sia,
yang ber-arti tak benar menurut mereka.
Keyakinan mereka adalah isi dari semuanya,
dan aku hanya kulit tanpa isi.
Duh Gusti Allah......
Apakah kebenaran yang kupeluk ini salah ?
Harus berapa banyak kajian yang akan kutelaah ?
Harus berapa banyak lagi guru yang harus kudatangi ?
Tuhan-ku...
Yang Maha Kasih
Yang Maha Sayang
Terlalu banyak ijtihad Ulama yang membuat bingung,
sampai rentetan mazhabpun banyak pertentangan sampai padaku.
Hidayah-Mu jua yang kuharapkan.
Cahaya nur-Mu jualah pelitaku.
Akhlaq Nabi-Mu jua yang kuteladani.
Kan kucoba walau kaki ini tertatih-tatih....
Mereka cari ketenangan walau mendaki puncak
walaupun senja berarti kegelapan,namun
harapan cahaya Ilahi takkan sirna.
Allah
Kaulah puncak dari asmaaul husna
Kiblatnya do'a ditujukan
Tuhan sekalian alam.
Kutengadahkan tanganku
bermohon berharap bersama berangkatnya burung malam.
Dikala hari beranjak petang
menatap cakrawala yang berangkat keperaduan.
Puncak menara masjid menjulang
Tegak lurus menggapai langit
Cahaya bulan dengan keteduhannya
Menawarkan biru akan cinta kasih
oh........
aku yang mabuk
Tetesan kasih-Mu
Bak hujan yang memenuhi telaga
Jiwa yang tandus kini berharap
Setetes air bak cahaya
Aku ingin hidup
Dalam ridlo-Mu
ISTIQOMAH
Aku kadang meragu
Dalam menentukan arah
Yang ada hanya kepanikan
Setiap kususun langkah
Padahal,aku tak punya niat sombong
atau mensia-siakan semua karunia
lalu kenapa harus berhadapan dengan situasi yang berbeda
saat persimpangan itu berada dihadapanku.
Terlalu mudah kata-kata itu
"ISTIQOMAH"
waw,mudah diucapkan
dan semua orang juga bisa bilang
Tapi,kok aku blom bisa yah ?
kok,aku lari yah ?
mengapa yah ?
harus gimana yah ?
Duh,aku nanya lagi nih !!!
Dalam menentukan arah
Yang ada hanya kepanikan
Setiap kususun langkah
Padahal,aku tak punya niat sombong
atau mensia-siakan semua karunia
lalu kenapa harus berhadapan dengan situasi yang berbeda
saat persimpangan itu berada dihadapanku.
Terlalu mudah kata-kata itu
"ISTIQOMAH"
waw,mudah diucapkan
dan semua orang juga bisa bilang
Tapi,kok aku blom bisa yah ?
kok,aku lari yah ?
mengapa yah ?
harus gimana yah ?
Duh,aku nanya lagi nih !!!
Langganan:
Postingan (Atom)


